Monday, June 2, 2014

Kelebihan Sarang Toples pada Budidaya Kroto Semut Rangrang

Kelebihan Sarang Toples pada Budidaya Kroto Semut Rangrang - Sarang budidaya kroto adalah hal mutlak yang harus kita sediakan dalam usaha ternak semut rangrang. Ada beberapa benda di sekitar rumah kita yang bisa kita gunakan sebagai sarang semut rangrang dalam budidaya kroto, misalnya toples, pipa paralon, potongan bambu, botol air mineral, galon, baki/nampan plastik, dan lain-lain. Tentu saja masing-masing benda memiliki kelemahan dan kelebihan. Setelah mengalami beberapa percobaan, ternyata penggunaan sarang toples dirasa lebih menguntungkan dari pada benda lainnya.

Adapun beberapa keuntungan dan kelebihan penggunaan toples sebagai sarang semut rangrang adalah sebagai berikut:

Kelebihan Sarang Toples pada Budidaya Kroto Semut Rangrang
  1. Toples mudah didapatkan
  2. Harganya murah
  3. Cara pembuatannya sangat mudah
  4. Kita bisa mengamati perkembangan semut rangrang dengan mudah
  5. Awet pemakaiannya
Toples mudah didapatkan, kita bisa mendapatkannya di toko-toko di sekitar kita. Toples yang bisa digunakan adalah toples wadah sosis atau wadah astor atau wadah lainnya yang transparan.

Toples bekas sosis ini biasanya dijual murah, sekitar Rp. 1.000,00 per toples, bahkan mungkin jika kita beli dalam jumlah yang banyak harganya bisa lebih murah.

Dengan menggunakan toples, maka cara pembuatannya sangat mudah. Peralatan yang digunakan untuk membuatnya juga tidak banyak, kita bisa menggunakan pisau dapur atau solder jika punya.

Yang lebih menguntungkan adalah, dengan menggunakan toples kita bisa mengamati perkembangan kroto dengan mudah karena transparan. Kita bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan kroto.

Awet. Sudah jelas awet, kita bisa menggunakan sarang ini berulang kali hingga kita bosen, toples akan tetap utuh dan tidak aus.

Mudahnya cara pembuatan sarang toples ini bisa kita baca pada:

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kelebihan Sarang Toples pada Budidaya Kroto Semut Rangrang

0 comments:

Post a Comment