Sunday, October 7, 2012

Solusi Meminimalisir Semut Jatuh Ke Lantai

Hallo apa kabar teman- teman. Saya yakin kabar anda semua dalam keadaan baik hari ini.

Lama tidak posting karena sibuk keluar masuk hutan bersama rekan-rekan Tim Laskar Kroto mencari sumber penghasilahan untuk di tukar dengan sesuap nasi.

Ada beberapa kendala yang di hadapi sebagian teman-teman yang memulai mencoba peruntungan dengan beternak semut rangrang penghasil kroto. Diantaranya yang di sampaikan melalui sms atau telepon juga email  adalah sebagi berikut :

  1. Banyak semut mereka jatuh ke lantai
  2. Beternak tanpa ratu
  3. Cara paling cepat menyatukan semut berbeda koloni
  4. Makanan dan minuman 
  5. Dan masih banyak lagi......!!!

    Untuk kesempatan kali ini saya mencoba berbagi tips Solusi Meminimalisir Semut Banyak Jatuh Ke Lantai seperti judul postingan di atas.

    Ada beberapa hal yang mengakibatkan semut banyak yang jatuh ke lantai antara lain :

    •  Media ternak dalam hal ini rak terlalu sempit yang mengakibatkan pola gerak para semut kurang leluasa.
    •  Semut menjatuhkan diri (  berimbas pada kata " Semut bunuh diri". )..padahal hal ini di karenakan si semut mencari jalan keluar untuk mendapatkan kebebasan seperti di alam bebas.
    • Percampuran semut berbeda koloni yang mengakibatkan semut berantem dan yang merasa kalah melarikan diri tanpa perhitungan.mengakibatkan semut jatuh ke lantai.
    • Faktor makanan, minuman serta ketenangan yang tidak di dapatkan para semut seperti di alam bebas
    • Tidak adanya figur panutan dalam hal ini  ratu / raja dari masing-masing toples ( Peredam keberingasan semut prajurit dan pekerja tidak ada )
    Terus apa solusinya ??

    Sebelum saya mencoba memberi tips membantu mencarikan solusi meminimalisir semut banyak ke jatuh ke lantai. Ada baiknya saya perjelas,..... Tips yang saya berikan ini untuk teman-teman peternak pemula dan mungkin calon peternak yang memakai media ternak / tangkar RAK dengan pengaman hanya kaki rak yang di beri media isolir ( bisa pakai kaleng bekas di tumpuhkan pada kaki rak lalu di beri air, oli bekas, atau kaki di oles grease atau juga lem tikus = terserah mana yang lebih cocok )
    Jadi tips ini tidak di fokuskan ke rekan peternak yang memakai pengaman dobel ( kaki rak di beri pengaman juga per toples di beri pengaman tambahan seperti satu toples satu nampan ) kalaupun mau di praktikkan dengan dobel pengaman alangkah lebih baik...TAPI...harus di ingat bugged dana anda akan naik untuk beli nampan per satu toples.

    Langsung ya....kita mulai tipsnya.

    1. Usahakan dalam membuat rak / memodifikasi rak ternak / tangkar jangan terlalu sempit...artinya setelah kita letakkan toples masih ada ruang yang agak lapang . terus di bagian tepi usahakan memberi list tepi ( Seperti meja media permainan karambol ) dan pada bagian list tepi tersebut buat agak tinggi serta kalau sudah mau di pakai olesi grease atau bisa oli bekas juga campuran minyak tanah dengan abu sekam. Apa kegunaan list tepi tersebut ? Kegunaannya yakni menghambat laju pelarian semut dalam mencari jalan keluar atau mungkin karena berantem dengan semut lain yang berbeda koloni. 
    2. Pada saat membuka lakban paska karantina jangan langsung di buka keseluruhan. Usahakan bertahap. Agar semut tidak terlalu beringas.
    3. Buat lubang pintu keluar masuk di toples dua yang agak besar  di bagian atas dan bawah ( semut prajurit dan pekerja bisa keluar masuk tapi ratu maupun raja tidak bisa keluar = karena sempit / tidak muat ) Hal ini untuk mendapatkan adanya figur ratu/raja per toples tetap ada di dalam. kalau lubangnya besar di mungkinkan ratu / raja migrasi. ( Iya kalau cuma pindah ke toples lain kalau terjatuh kan sayang )
    4. Buka dulu lubang bagian bawah...baru setengah jam berikutnya bagian atas ( Lihat kondisi semut sudah tenang apa belum ) dan ingat "Jangan langsung terbuka semua lakban penutup/ pengaman lubang pintu keluar masuknya.= bertahap = Buat semut keluar antri."
    5. Perbanyak lubang ventilasi pada toples dengan melubangi kecil- kecil ( Pakai jarum jahit kecil panasin dengan api di lilin dan tusukkan di toples )
    6. Jangan mencampur banyak koloni semut yang berbeda area / tempat dalam suatu rak ( Silahkan baca postingan saya sebelumnya) Di khawatirkan tidak cocok semut berantem. Bisa langsung mati di tempat atau jatuh ke lantai karena lari.
    7. Usahakan minuman jangan sampai telat ( Air campur gula putih/pasir ) jangan beri minuman aneh - aneh seperti madu, teh manis atau yang lain. Hal ini akan saya bahas lebih spesifik nanti di postingan berikutnya. Untuk makanan bisa telat sedikit tidak apa-apa, yang penting minuman selalu ada. Makanan yang di sukai semut rangrang cs adalah jangkrik atau belalang tapi jangan di beri yang sudah mati. Beri jangkrik atau belalang dalam keadaan hidup-hidup.... kaki loncat " Jawa=slotang" patahkan...terus letakkan di kerumunan semut. Tidak usah di masukkan toples, biar semut pekerja yang membawa ke dalam sendiri.
    8. Dan usahakan ruangan ternak / tangkar dalam keadaan tenang tidak berisik dengan suara atau lalu lintas penghuni rumah.
    9. Usahakan masing-masing toples ada ratunya meski pada awalnya hanya calon ratu.Agar ada figur panutan yang membuat elemen semut tidak begitu beringas  ( Point 9 ini agak panjang untuk kita bahas sekarang, karena sudah harus membedakan ratu / raja dengan calon ratu / raja, ciri fisik serta adanya mitos yang mengatakan beternak tanpa ratu hasilnya sama saja juga mitos- mitos yang lain yang saat ini membingungkan para peternak kroto khusnya bagi peternak kroto pemula.....maka untuk lebih detail saya akan posting di waktu yang lain dengan spesifik judul per masing-masih kendala )
    Baiklah teman-teman seperjuangan mungkin cukup postingan kali ini harapan saya semoga sedikit banyak dapat membantu memberikan sedikit solusi Bagaimana Meminimalisir Semut Yang Jatuh Ke Lantai. Kali lain kita lanjutkan postingan dengan materi yang berbeda.



    Selamat Menaklukan Semut Rangrang. Semoga Sukses...!!


    Salam Hormat.

    Share on Facebook
    Share on Twitter
    Share on Google+

    Related : Solusi Meminimalisir Semut Jatuh Ke Lantai

    0 comments:

    Post a Comment